SEMINAR DAN FGD HILIRISASI RISET, UMS PERKUAT LITERASI TANGGAP BENCANA INKLUSIF DAN KERJA SAMA ANTARUNIVERSITAS

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Program Hilirisasi Riset Prioritas yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antar universitas, padaSenin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung diRuang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Lantai 7, UMS, dan dihadiri oleh tim pakar, akademisi, serta mitra institusi pendidikan tinggi.

Mengusung tema “Implementasi Sistem Informasi Inklusif untuk Peningkatan Literasi Tanggap Bencana bagi Penyandang Disabilitas”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya hilirisasi riset dosen agar hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat. Program ini secara khusus memfokuskan diri pada pengembangan dan penerapan aplikasi Sipakdedifa, sebuah sistem informasi inklusif yang dirancang untuk mendukung literasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pakar Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi Aplikasi Para Pihak, yang terdiri dari Dr. Rusliyawati, S.Kom., M.T.I.; Imelda Sinaga, M.M., M.S.Ak., Ak., CA; Dr. Arifah Hidayati, S.E., M.M.; Dr. Marlinah, S.H., M.H.; serta Dr. Erliyan Redy Susanto, S.Kom., M.Kom. Tim ini merupakan pengembang dan pelaksana utama penelitian dosen UMS terkait aplikasi Sipakdedifa.

Dalam seminar dan FGD, para narasumber memaparkan latar belakang pengembangan sistem, tantangan literasi kebencanaan bagi penyandang disabilitas, serta urgensi kehadiran teknologi informasi yang inklusif dan adaptif. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi lintas disiplin, pengelola program studi, hingga mitra antar universitas. FGD ini juga menjadi wadah untuk menyerap masukan strategis guna penyempurnaan aplikasi Sipakdedifa sebelum diimplementasikan secara lebih luas.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan MoU antar universitas, sebagai bentuk komitmen kerja sama dalam pengembangan, pemanfaatan, dan keberlanjutan hasil riset. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi akademik, mempercepat proses hilirisasi riset, serta mendorong implementasi teknologi inklusif di berbagai institusi pendidikan tinggi dan masyarakat luas.

Program Hilirisasi Riset Prioritas ini direncanakan berlangsung sejak bulan Oktober hingga Desember 2025 dan dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh pendanaan melalui Hibah Kemendiktisaintek Tahun 2025, yang memberikan dukungan signifikan bagi pengembangan aplikasi, pelaksanaan forum ilmiah, serta penguatan kolaborasi lintas institusi.

Melalui dukungan hibah tersebut, UMS menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset yang berorientasi pada solusi sosial, khususnya dalam isu kebencanaan dan inklusivitas. Implementasi sistem informasi Sipakdedifa diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana, sekaligus menjadi model praktik baik bagi pengembangan teknologi pendidikan dan kebencanaan yang ramah disabilitas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan. Dengan sinergi antara riset, teknologi, dan kolaborasi antar universitas, UMS optimistis program hilirisasi riset ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas program studi, pengembangan akademik, serta penguatan dampak sosial riset di tingkat nasional.

Scroll to Top