Peran Polri dan Generasi Muda Jadi Sorotan dalam Kuliah Umum di UNIHAZ

Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. (UNIHAZ) kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun kesadaran kebangsaan dan kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah melalui penyelenggaraan Kuliah Umum pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 UNIHAZ dengan mengusung tema “Peran Polri dan Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Pembangunan Daerah.”

Kuliah umum tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UNIHAZ, Dr. Arifah Hidayati, S.E., M.M., beserta jajaran pimpinan universitas. Hadir sebagai narasumber utama Rudi Hartono, S.I.K., M.M., Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Bengkulu, bersama jajaran. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas UNIHAZ tampak memenuhi aula dengan antusias, mencerminkan tingginya minat dan kepedulian mahasiswa terhadap isu keamanan dan pembangunan daerah.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNIHAZ. Dalam sambutannya, Dr. Arifah Hidayati menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, aparat keamanan, dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis tidak hanya sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen sosial yang turut menjaga stabilitas dan harmoni di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kesadaran hukum, dan semangat kebangsaan,” tegas Rektor UNIHAZ. Pernyataan ini menegaskan komitmen UNIHAZ dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing.

Memasuki sesi inti, kuliah umum disampaikan oleh Dirbinmas Polda Bengkulu, Rudi Hartono, S.I.K., M.M. Dalam paparannya, ia menjelaskan peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta pentingnya sinergi antara Polri dan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menghadapi tantangan sosial di era modern. Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama kalangan muda.

Berbagai isu strategis turut disoroti, mulai dari pencegahan radikalisme, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Rudi Hartono menegaskan bahwa generasi muda merupakan agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk menjadi mitra Polri dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan mendukung pembangunan daerah. “Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dan menyebarkan nilai-nilai toleransi,” ujarnya.

Kegiatan kuliah umum berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas pada sesi tanya jawab, di mana berbagai pertanyaan kritis dan konstruktif diajukan, mulai dari peran konkret pemuda dalam membantu tugas Polri di masyarakat hingga strategi menghadapi tantangan keamanan di era digital. Sesi ini menjadi ruang dialog produktif yang memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang peran strategis generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri, perguruan tinggi, dan mahasiswa guna mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, dan berdaya saing. UNIHAZ berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan daerah Bengkulu dan Indonesia secara umum.

Scroll to Top