Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIHAZ Gelar Seminar Internasional Bahas Manajemen di Era Digital, Hadirkan Akademisi UNIMAS Malaysia

Bengkulu, 4 Juni 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. (UNIHAZ) sukses menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Rethinking Management in the Digital Era: Balancing Innovation, Performance, and Risk” yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 UNIHAZ pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan akademisi internasional dari Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Hamrila Abdul Latif dari Malaysia Sarawak University (UNIMAS) sebagai narasumber utama. Seminar ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIHAZ dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta meningkatkan wawasan civitas akademika mengenai tantangan dan peluang manajemen di era transformasi digital.

Seminar internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, dosen, mahasiswa, serta praktisi untuk memperluas wawasan mengenai tantangan dan peluang pengelolaan organisasi di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Melalui tema yang diangkat, peserta diajak untuk memahami bagaimana organisasi dapat menyeimbangkan inovasi, kinerja, dan risiko dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang diawali oleh kata sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIHAZ, Dr. Idham Lakoni, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya penguatan kolaborasi internasional serta pengembangan kapasitas akademik dalam menghadapi tantangan manajemen di era digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, sesi foto bersama, dan penyerahan plakat kepada narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kesediaannya berbagi ilmu serta pengalaman kepada civitas akademika UNIHAZ.

Memasuki sesi utama seminar, Assoc. Prof. Dr. Hamrila Abdul Latif menyampaikan materi bertajuk “Rethinking Management in the Digital Era: Balancing Innovation, Performance, and Risk.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya perubahan paradigma manajemen di era digital. Organisasi dituntut tidak hanya mampu berinovasi untuk menghadapi persaingan global, tetapi juga harus menjaga kinerja yang optimal serta mengelola berbagai risiko yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Narasumber menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah cara organisasi beroperasi, mengambil keputusan, dan memberikan layanan kepada masyarakat maupun pelanggan. Oleh karena itu, pemimpin organisasi perlu memiliki kemampuan adaptif, pemanfaatan teknologi yang tepat, serta strategi manajemen risiko yang efektif agar inovasi yang dilakukan dapat memberikan nilai tambah dan keberlanjutan bagi organisasi.

Selain menghadirkan pembicara internasional, seminar ini juga diisi oleh pemateri lain, yaitu Dr. Taufik Romadon, S.P., M.M., yang membawakan materi berjudul “Market Segmentation Based on Benefits: Foreign Muslim Tourists’ Preferences for Halal Tourism in Indonesia.” Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai perilaku wisatawan muslim mancanegara dan pentingnya segmentasi pasar dalam pengembangan sektor pariwisata halal di Indonesia. Materi ini memberikan gambaran tentang bagaimana strategi pemasaran yang tepat dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata halal di tingkat global.

Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator yang telah ditunjuk panitia. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai berbagai isu manajemen modern, transformasi digital, pemasaran internasional, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis kebutuhan konsumen.

Rangkaian kegiatan seminar juga diperluas melalui kolaborasi dengan Radio Semarak UNIHAZ. Dalam sesi khusus, Assoc. Prof. Dr. Hamrila Abdul Latif kembali menyampaikan materi berjudul “Managing Hybrid Productivity Landscape: Malaysia–Indonesia Perspectives.” Materi ini membahas perkembangan pola kerja hybrid yang semakin banyak diterapkan di berbagai institusi dan organisasi pascaperkembangan teknologi digital. Perspektif perbandingan antara Malaysia dan Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan gambaran nyata mengenai praktik produktivitas kerja modern di kawasan Asia Tenggara.

Selain mendapatkan ilmu dan wawasan baru dari para narasumber, peserta seminar juga memperoleh berbagai manfaat, di antaranya e-certificate, kesempatan memperluas pengetahuan mengenai perkembangan global dalam bidang manajemen dan transformasi digital, serta kesempatan memperoleh door prize yang telah disediakan oleh panitia.

Melalui penyelenggaraan seminar internasional ini, UNIHAZ menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendukung pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong kolaborasi akademik yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia usaha, dan masyarakat secara umum.

Scroll to Top